Wellcome!

Anda memasuki dunia aneh. Siapkan diri sebelum memulai. Jika tidak kuat, di sebelah sana ada kamera, juga di sebelah sini. Lambaikan tangan Anda dan kami akan segera menjemput.

Wednesday, 22 October 2014

[Cerpen]: "Giman yang Senang Main Lompat-Lompatan" karya Ken Hanggara



Sebagaimana anak kecil pada umumnya, Giman senang bermain. Kebiasaannya yang sudah dihafal orang adalah senang melompat. Giman senang melompat-lompat seperti kodok. Tidak cuma meniru kodok, dia kadang melompat-lompat meniru monyet. Giman juga senang melompat-lompat meniru binatang lain, seperti kangguru, yang dia lihat di televisi. Tetapi yang paling Giman suka, dia meniru gaya lompatan kodok.
Suatu hari, di sekolah, Giman yang duduk di kelas dua diolok teman-teman karena tidak mau diajak main petak umpet. Giman malah main lompat kodok.
"Nanti kamu lama-lama bisa jadi kodok, lho!" kata Budi, temannya.

[Cerpen]: "Antara Sunrise dan Sunset" karya Ken Hanggara



Matahari belum muncul, tapi kami sudah siap menyambut kedatangannya. Satu-dua kendaraan melintas, melewati jalanan sepi tempat mobilku berhenti. Kurang dari sepuluh menit, jalanan mulai ramai. Mereka yang baru turun dari bus atau kendaraan lain yang terparkir, langsung berjalan santai menuju arah terbitnya hari.
"Ayo, guys, cepat! Loe mau ketinggalan momen paling berharga sepanjang hidup loe?" lontar temanku penuh semangat. Orang-orang yang tak kami kenal—yang berjalan persis di sebelah mobilku—serempak menoleh dan bisik-bisik ke sesama mereka, saling tertawa. Kami mengangguk. Memang dasar si Damar lebay. Langit 'kan masih gelap? Masih ada waktu untuk bisa menikmati sunrise. Tapi karena pembawaannya memang begitu, apa boleh buat.