Wellcome!

Anda memasuki dunia aneh. Siapkan diri sebelum memulai. Jika tidak kuat, di sebelah sana ada kamera, juga di sebelah sini. Lambaikan tangan Anda dan kami akan segera menjemput.

Tuesday, 28 April 2015

Review Buku: "Akhir Tragis Seorang Gatz"

   
    Judul buku: The Great Gatsby
    Penulis: F. Scott Fitzgerald
    Kategori: Novel
    Penerbit: Selasar
    ISBN : 978-979-91-0835-7
    Cetakan 1 : April 2010
    Tebal : 256 halaman

Nick Carraway yang merantau dan menyewa rumah di kawasan West Egg, punya tetangga bernama Jay Gatsby, yang misterius dan sering mengadakan pesta di rumahnya, mendatangkan ratusan orang dari kalangan borjuis. Anehnya, para peserta pesta tidak semuanya mengenal Gatsby. Meski begitu, mereka tetap datang oleh karena kesenangan yang disuguhkan pada pesta yang rutin diadakan itu. Keadaan yang ganjil ini mulanya tidak mengganggu Nick, namun lama-lama ia penasaran akan siapa sebenarnya sosok Gatsby.

Nick punya sepupu jauh bernama Daisy yang menikah dengan Tom Buchanan. Tanpa ia ketahui, ternyata sepupu jauhnya punya masalah percintaan yang pelik, sebelum akhirnya terpaksa menikah dengan Tom. Lima tahun silam, Daisy mengenal seorang opsir muda yang tampan hingga mereka berdua saling mencintai. Jordan Baker, pegolf wanita muda yang cantik dan terkenallah, yang tahu cerita masa lalu itu. Dulu ia sempat mengagumi sosok Daisy sebagai gadis anak orang kaya dan idola banyak orang. Oleh karena mereka bertetangga, pertemanan antara Daisy dan Jordan pun terjalin hingga sekarang.

Review Buku: "Watanabe dan Hidupnya yang Abu-abu"

   
    Judul buku: Norwegian Wood
    Judul asli: Noruwei no Mori
    Penulis: Haruki Murakami
    Kategori: Novel
    Penerbit: KPG
    ISBN : 978-979-91-0835-7
    Cetakan kelima: Feb 2015
    Tebal : 426 halaman
   
    Sebuah lagu dari band legendaris The Beatles yang berjudul "Norwegian Wood" membuat Toru Watanabe terbang kembali ke masa lalu. Masa muda yang sepi dan tidak begitu penuh warna itu ia mulai dengan persahabatannya bersama Kizuki, pemuda baik yang seolah diutus Tuhan sebagai penghubung antara dia dengan dunia luas.
   
    Watanabe tidak memiliki teman dekat selain Kizuki. Bersama dengan Naoko, pacar Kizuki (sekaligus cinta pertama Watanabe), hubungan ketiganya terjalin secara tidak wajar. Kizuki yang ceria, terlihat pas bila disandingkan dengan Watanabe dan Naoko yang pendiam. Amat aneh, mengingat status Kizuki dan Naoko yang sedang berpacaran dan seharusnya hanya senang pergi berdua saja. Nyatanya tanpa Watanabe hidup mereka kurang lengkap.
  

Monday, 6 April 2015

Review Buku: "Antara Pengarang dan Tokoh Rekaannya"





Judul buku: Trilogi Soekram
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Kategori: Novel
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-03-1478-5
Terbit: Maret 2015
Tebal : 273 halaman
Harga: Rp. 62.000,-

Soekram datang dan memperkenalkan diri kepada "aku" sebagai tokoh rekaan seorang pengarang yang sudah mati. Untuk itulah Soekram datang dan meminta kepada "aku", selaku sahabat dekat si pengarang, untuk membantu menerka-nerka bagaimana kelanjutan kisah itu. Kisah yang dijalani Soekram dalam cerita itu memang belum selesai, sehingga nasibnya sebagai seorang tokoh jadi tidak jelas.

Maka "aku" mau saja menuruti permintaan Soekram. Dengan izin istri si pengarang untuk membuka file-file di komputernya, didapatilah kisah kompleks Soekram yang hidup sebagai seorang pengajar, yang tengah dirundung perasaan cemas dan tak tentu akibat hadirnya tiga wanita sekaligus dalam hidup. Suasana negeri Indonesia ketika itu sedang kritis. Mei 1998 menjadi latar waktu kisah di bagian pertama trilogi ini.

Review Buku: "Berhenti Bukan Pilihan Bijak"





Judul buku: Kubah
Penulis: Ahmad Tohari
Kategori: Novel
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-8774-5
Terbit pertama: 1981
Cetakan keempat: September 2012
Tebal : 216 halaman
Harga: Rp. 38.000,-

Karman bimbang di hari kebebasannya setelah diasingkan di Pulau Buru selama 12 tahun sebagai tahanan politik. Semasa muda ia sempat menjadi anggota partai komunis. Maka ia yakin warga desa tidak bakal sudi menerimanya kembali. Lebih-lebih, beberapa tahun yang lalu, ia harus merelakan Marni, istrinya, kawin lagi dengan sahabat lamanya di Pegaten, Parta. Keadaan memang tidak menguntungkan sepasang suami istri ini ketika itu. Mereka masih saling mencintai meski Karman tidak jelas kapan akan bebas, sementara Marni kesulitan dalam hal ekonomi.

Atas desakan dan pengucilan keluarga, akhirnya Marni menerima lamaran Parta demi menyelamatkan anak-anak mereka dari kelaparan. Maka surat yang ia kirimkan kepada Karman seolah menjadi bencana bagi lelaki malang itu. Karman benar-benar merasa dibuang.

Dulu keluarga Karman orang terhormat. Ayahnya seorang mantri yang disegani. Namun kedatangan Jepang membuat segalanya kacau. Beras yang ketika itu langka, sementara orang hanya bisa memakan singkong untuk bertahan hidup, tidak membuat Pak Mantri prihatin. Sebagai orang terhormat, ia tidak bisa makan selain nasi. Maka ditukarlah satu setengah hektar sawah miliknya dengan Haji Bakir, ulama terkenal yang juga kaya raya di desa itu, dengan satu ton padi. Barter itu dilakukan atas paksaan Pak Mantri yang benar-benar tidak sudi memakan singkong, yang notabene makanan rakyat bawahan.