Wellcome!

Anda memasuki dunia aneh. Siapkan diri sebelum memulai. Jika tidak kuat, di sebelah sana ada kamera, juga di sebelah sini. Lambaikan tangan Anda dan kami akan segera menjemput.

Monday, 22 June 2015

Andrea Hirata Kembali dengan "Sihir"-nya


    Judul buku: Ayah
    Penulis: Andrea Hirata
    Kategori: Novel
    Penerbit: Bentang Pustaka
    ISBN : 978-602-291-102-9
    Cetakan 1: Mei 2015
    Tebal : xx + 396 halaman
    Harga : Rp.74.000,-
   
    Andrea Hirata kembali dengan "sihir" kata-katanya, tapi kali ini lebih dahsyat. Bertahun silam, "Tetralogi Laskar Pelangi", "Dwilogi Padang Bulan", dan "Sebelas Patriot" sudah saya miliki dan baca. Sejak itu saya suka tulisannya. Gaya tulisan sederhananya "menertawakan" tragedi kehidupan, menghentak perasaan, dan menggugah pembaca. Lebih-lebih apa yang dia tulis berdasarkan dan terinspirasi kisah nyata. Menunggu kelahiran "Ayah" butuh waktu bertahun-tahun dan apa yang saya tunggu ternyata tidak sia-sia.
   
    "Ayah" berkisah tentang cinta ayah pada anaknya. Gagasan yang sederhana dan banyak dipakai. Tapi Andrea Hirata sukses membangun bentuk baru seorang ayah dalam kepala kita. Kenapa? Pertama dari segi sajian. Tidak bosan membaca novel ini salah satunya karena benang merah panjang dibagi ke dalam tiga fragmen. Satu jalinan cerita dibelah tiga,: asal muasal cinta pemuda bernama Sabari, pemberontakan gadis manis bernama Marlena terhadap ayahnya yang keras kepala, dan cinta "diam-diam" seorang bocah bernama Amiru kepada ayahnya.
  

Saturday, 20 June 2015

Pelajaran tentang Tamak, Cinta, dan Tujuan Hidup

     
    Judul buku: KAMU (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya)
    Penulis: Sabda Armandio
    Kategori: Novel
    Penerbit: Moka Media
    ISBN : 979-795-961-6
    Terbit: 2015
    Tebal : viii + 348 halaman
   
    Tokoh utama yang juga narator dalam cerita ini punya teman semasa SMA bernama Kamu. Sebagai anak remaja, Kamu tidak mengekang hidupnya sendiri. Ia bebas bagai burung dan, meski seolah kelihatan tak punya tujuan hidup, jauh-jauh hari secara tidak sadar ia sudah memetakan arah hidupnya.
   
    Sang narator (yang hanya disebut sebagai "aku" saja) tidak benar-benar punya tujuan. Hidupnya datar dan cenderung sama di satu tempat. Berlawanan dengan Kamu, "aku" tidak bisa memetakan apa-apa, selain menjadi pengamat dan pelaku kehidupan yang tidak bisa menentukan arah sendiri.
  

Kisah Cinta Vladimir: Hakikat Mencinta dan Memiliki

   
    Judul buku: Cinta Pertama
    Penulis: Ivan Turgenev
    Kategori: Novel
    Penerbit: Pustaka Jaya
    ISBN : 978-979-419-354-9
    Terbit pertama: 1860
    Cetakan 4: 2009
    Tebal : 173 halaman
   
    Vladimir, bocah lelaki 16 tahun, adalah anak orang kaya. Mereka pindah ke sebuah desa di sudut Moskow, dan bertetangga dengan keluarga bangsawan yang jatuh miskin. Keluarga miskin itu hanya tersisa seorang wanita tua dan dua anaknya. Bersama anak sulungnya, Putri Zasekin--begitu panggilan sang nyonya, tinggal berdua dengan bantuan beberapa orang pembantu. Sulung Zasekin itu gadis muda 21 tahun berparas cantik bernama Zinaida. Sedangkan bungsunya tinggal di luar kota menempuh pendidikan militer.
   
    Zinaida gadis aneh. Tapi sejak pertama melihat Vladimir sudah jatuh hati. Sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan. Tapi ia justru senang meski kebingungan terus melanda. Betapa tidak? Zinaida sering mengundangnya ke rumah beserta beberapa pria yang jauh lebih dewasa darinya, yang ternyata juga menyimpan harap pada si gadis. Mereka mengadakan permainan undian dan mengobrol, dan seiring dengan itu Vladimir kian kepayahan menebak-nebak isi hati Zinaida.

Lika-Liku Manusia Urban

 
    Judul buku: Skenario Remang-Remang
    Penulis: Jessica Huwae
    Kategori: Kumcer
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-979-22-9738-6
    Terbit: Juni 2013
    Tebal : viii + 179 halaman
    Harga: Rp. 43.000,-
   
    "Skenario Remang-Remang" adalah kumpulan cerpen berisi kisah-kisah urban dengan berbagai persoalan pelik para tokohnya. Dari empat belas cerita, hanya satu cerita yang berlatar lokalitas, yakni "Galila". Cerita yang menonjol dan baik--meski bukan terbaik untuk ukuran cerpen menurut saya--dalam buku ini adalah "Pelajaran Patah Hati", "Resep Rahasia Tante Meilan", "Jalan Kembali", dan "Suatu Hari dalam Hidup Aidan".
   
    Sementara cerpen-cerpen lain kurang menarik. Lepas dari ide yang memungkinkan membuka jalan eksplorasi cerita lebih dalam dan kuat, cerpen-cerpen lain dibuat dengan hasil yang kurang memuaskan. Pertama dari gaya bercerita yang monoton, bertele-tele dan menjenuhkan. Kedua, dari rasa ketika sedang kita baca; terkadang greget itu sama sekali tidak ada, meski penulis menyiapkan kejutan di bagian akhir.
  

Wednesday, 17 June 2015

Petualangan si Boneka Tali





Judul Asli: The Adventures of Pinocchio
Judul buku: Petualangan Pinocchio
Penulis: Carlo Collodi
Kategori: Novel
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-0466-3
Cetakan 1: 2014
Tebal : 203 halaman

Bongkahan kayu itu sudah hidup sebelum jatuh ke tangan Geppeto, pemahat kayu di sebuah desa di Italia. Tidak dijelaskan bagaimana dia hidup, yang pasti, sesampai ke tangan Geppeto dan dipahat menjadi boneka tali, kayu hidup bernama Pinocchio itu langsung berbuat onar. Ia membuat keributan di tengah kota sehingga Geppeto, yang dipanggilnya 'ayah' kena masalah dan ditangkap polisi.

Pinocchio lapar malam itu, tapi dia mengalami kesialan sehingga esok paginya kakinya hilang terbakar. Geppeto yang sudah pulang pun merasa kasihan melihat boneka tali, yang ia panggil 'anakku', menderita. Maka ia buatkan kaki baru untuk si boneka, dan ia menjual mantel jeleknya untuk membeli buku alfabet agar Pinocchio bisa sekolah.

Kisah Melody dan Jilbabnya





Judul buku: Jilbab (Love) Story
Penulis: Redy Kuswanto
Kategori: Novel
Penerbit : Orange
ISBN : 978-602-8508-06-3
Terbit : 2015
Tebal : vi + 184 halaman

Melody, juara kompetisi menyanyi remaja, The Singers, bimbang akibat tawaran produser dan pemilik dua stasiun TV swasta besar, Pak Bob, mengharuskannya melepas jilbab. Ia tak bisa karena memakai jilbab sudah kewajiban bagi seorang muslimah. Di sisi lain, Keyzia, runner up kompetisi tersebut, yang tidak suka pada Mel serta berhati busuk, berusaha merayu Pak Bob agar kontrak itu pindah ke tangannya.

Mel memiliki sejarah hidup tragis. Ditinggal mati kedua orangtua dan saudara kembar dalam suatu bencana beberapa tahun silam, mendidiknya jadi remaja tegar yang baik hati. Ia hidup bersama nenek dan adiknya, Nyi Warti dan Zen. Karena kehidupan susah itulah, ia ingin menjadi penyanyi terkenal agar bisa membantu perekonomian keluarga.

Petrus: Lingkaran Setan Kekerasan





Judul buku: Penembak Misterius
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Kategori: Kumpulan Cerpen
Penerbit: Galangpress
ISBN : 979-95690-5-2
Cetakan 4: 2007
Tebal : viii + 214 halaman

Secara garis besar, cerpen-cerpen Seno di buku ini mengangkat realitas sosial dan politik di sekitar kita. Penyajiannya tentu beragam, dari mulai "parodi" fakta hingga diserupakan dongeng meski seolah benar-benar telah terjadi. Dibagi menjadi tiga bagian, kumpulan cerpen ini jadi bacaan yang menghibur sekaligus menggugat.

Bagian pertama, "Penembak Misterius: Trilogi" (hal. 3-37), berisi sindiran pada penembakan misterius (petrus) yang terjadi di awal 80-an. "Keroncong Pembunuhan" mengisahkan pembunuh bayaran yang tiba-tiba berubah pikiran sebelum ia benar-benar menembak mati sasarannya. Di awal mula ia begitu meyakinkan, namun melihat gestur dan tatapan mata sang korban, ia goyah. Cerpen ini terang-terangan mengangkat isu petrus sebagai poin utama.

Dunia "Liar" Seno Gumira Ajidarma




Judul buku: Senja dan Cinta yang Berdarah
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Kategori: Kumcer
Penerbit: Kompas
ISBN : 978-979-709-851-3
Terbit: 2014
Tebal : xviii + 822 halaman

Seno Gumira Ajidarma, salah satu pengarang besar Indonesia, patut diacungi jempol atas kekonsistenannya berkarya. Lebih dari itu, sejak awal kepengarangannya hingga hari ini, banyak tema ia gali untuk karya-karya fiksinya, dalam hal ini cerpen. Bukti nyata ada dalam buku kumpulan cerpen berjudul "Senja dan Cinta yang Berdarah" yang amat tebal ini.

Bapak Bangsa Difitnah, Buku Ini Bicara




Judul buku: Bung Karno Difitnah
Penulis: M. Achadi
Kategori: Nonfiksi
Penerbit: Palapa
ISBN : 978-602-255-134-8
Terbit: Mei 2013
Tebal : 320 halaman

Buku ini adalah "tamparan" atas terbitnya buku Sukarno File karangan Antonie C.A Dake, penulis berkebangsaan Belanda, yang berisi fitnah terhadap Bung Karno. Dalam buku itu, sejarawan Belanda ini menyimpulkan dalang utama peristiwa berdarah G30S adalah Bung Karno. Padahal sebetulnya bukan. Dake sendiri di semua tuduhannya tidak menyertakan bukti yang akurat. Ia menulis berdasarkan sumber yang salah dan asumsi tanpa dasar.

Tidak hanya Dake, dua penulis asing lain, Lambert Gimbels dan Victor Fic juga menulis "karangan" yang berisi fitnahan dengan tujuan mendiskreditkan Bung Karno. Tanpa dasar dan bukti yang jelas, mereka bertiga menuduh Bung Karnolah satu-satunya yang harus bertanggung jawab dalam tragedi G30S.

Dalam karya Dake malah dapat ditangkap adanya upaya de-Sukarnoisasi sekaligus Suhartoisasi, yakni membuang jauh-jauh prasangka, atau tepatnya: menganggap Suharto sama sekali tidak terlibat/bersalah atas peristiwa G30S. Padahal bukankah bekas presiden yang berkuasa 32 tahun ini yang paling diuntungkan dari peristiwa tersebut?

Friday, 12 June 2015

Dunia Mie Instan


    Sadar atau tidak, kebiasaan makan mie instan sejak kecil sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya membuat kita terbiasa suka sama yang instan-instan. Lho kok bisa? Ya, bisa saja. Padahal semua yang serba instan membuat hidup kita tidak sehat seperti dulu. Tapi, kebanyakan orang suka yang instan-instan. Kenapa? Saya juga heran. Why?
   
    Baru-baru ini ada wanita berinisial AA tertangkap. Sebagai orang yang doyan sama serba-instan, Mbak AA "si tukang bersih-bersih kamar" pejabat ini pasang tarif minimal 80 juta rupiah per jam untuk jasanya. Tentu banyak yang ribut, terutama netizen yang suka komen sana-sini, bahwa yang demikian sungguh ajaib. Dalam profesi tertentu, untuk dapat uang sebanyak itu harus banting tulang dulu sampai mencret baru kesampaian. Itu pun kalau sanggup. Kalau enggak, paling-paling ambeien.

Wanita Tidak Selemah Air Mata

       
    Judul buku: 1874
    Penulis: Tamara Geraldine
    Kategori: Kumpulan Cerpen
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-602-03-0518-9
    Terbit: Juni 2014
    Tebal : 356 halaman
   
    Secara garis besar, cerpen-cerpen Tamara di buku ini menonjolkan sosok wanita. Wanita selalu punya banyak cerita. Di balik "bungkus" lemah lembut, wanita tidak hanya hadir sebagai simbol keanggunan dan cinta, melainkan juga keberanian, ketegaran, kejujuran, dan kegigihan.
   
    Dari 16 cerpen dalam buku ini, ada tujuh cerpen yang berhasil, setidaknya menurut penilaian saya. "(Punggung) Caska dan Berto" (hal. 17) ditulis dengan sudut pandang unik, yakni dua punggung pasangan suami istri yang sedang bertengkar. Perselingkuhan sang suami tidak membuat si istri kalah. Malah justru dia pemenangnya, menang telak berkat kebesaran hati, sekaligus kegilaan.
   
    "Bahasa yang Dimengerti Hati" (hal. 33) soal basa-basi dua muda-mudi penganut seks bebas. Unik sekali, di balik karakter macam apa pun, manusia terbejat sekalipun bakal sadar bahwa jarang sekali manusia mengakui kejujuran dalam hati. Saya rasa, meskipun cerita ini agak "nakal", pesan moralnya bagus.
  

Penguasa Mimpi Para Gadis


    Judul buku: Beautiful Nightmares
    Penulis: Farrahnanda
    Kategori: Novel
    Penerbit : de Teens
    ISBN : 978-602-255-283-3
    Terbit : September 2013
    Tebal : 183 halaman
   
    Sosok incubus bernama Lucian datang meneror mimpi gadis-gadis di Venice. Ia yang baru bebas dari belenggunya masih kehilangan kekuatan, sehingga beberapa korbannya hanya mengalami cacat fisik dan mental, bukan meninggal, akibat kedatangannya ke mimpi mereka.
   
    Lucian berkuasa di dunia mimpi dan suka mengambil jiwa para gadis untuk dibawa ke haremnya. Kebiasaan itu juga dimiliki saudaranya, Michaela, sesosok succubus wanita yang gemar "mengoleksi" pria-pria tampan di haremnya sendiri.

Sunday, 7 June 2015

Mata dan Telinga Hati Seorang Helen




Judul Buku: Aku dan Duniaku
Judul Asli: The World I Live In
Penulis: Helen Keller
Kategori: Filsafat
Penerbit: Dolphin
ISBN : 978-979-1701-03-7
Terbit: 2014
Tebal : 186 halaman
Harga: Rp. 40.000,-

Siapa tak kenal Helen Keller? Dia wanita luar biasa yang bisa menaklukkan dunia dalam keterbatasannya. Helen sudah buta dan tuli sejak berumur 19 bulan karena suatu penyakit. Sejak saat itu, ia tidak bisa membedakan antara nyata dan maya. Ia belum bisa berpikir jernih. Ia belum bisa merasa dan menghayati. Ia hidup dalam gelap dan sunyi dengan merespon segala material di sekitarnya bak perahu tanpa kompas; tanpa arah.

Kedatangan Anne Sulivan, gurunya, membuat Helen mulai belajar "melihat" dan "mendengar" dunia dengan caranya. Tak terbayang bagaimana dunia seorang Helen. Ia tidak hanya "tidak-mengenal-cahaya", tetapi juga "tidak-memahami-suara". Tapi seiring waktu, kepekaan membuatnya mampu memahami dunia beserta segala isinya ini, bahkan bisa lebih luas pemahaman itu dibanding manusia dengan panca indra.

Helen belajar "melihat" dan "mendengar" dimulai dari sentuhan jemarinya. Ia bangun replika penglihatan di mata manusia normal dalam otaknya melalui jari jemari. Ia mulai bisa menikmati nilai dunia dan menghayati semua itu dengan jemari, serta bantuan telapak kaki responsif, juga indra penciuman yang tajam. Helen menemukan dunianya.

Pegangan Orang Film





Judul buku: POFI (Pegangan Orang Film)
Penulis: Sugoy Suhendra
Kategori: Nonfiksi (Manajemen)
Penerbit : Elex Media Komputindo
ISBN : 978-979-27-6026-2
Terbit : Oktober 2009
Tebal : 167 halaman

POFI (Pegangan Orang Film) adalah buku bagus bagi mereka yang awam soal dunia entertain, juga bagi siapa saja yang baru pertama kali terjun di dunia hiburan. Ditulis untuk mengembangkan dunia pertelevisian dan film Indonesia, buku ini hadir bagai harta karun, terutama bagi para remaja yang bercita-cita menjadi artis.

Buku ini lengkap, berisi latihan dasar akting, pengenalan lokasi shooting, memulai terjun ke industri hiburan, casting, seputar kontrak dan honor artis, management artist, menjalin hubungan baik sebagai pekerja seni, sampai alamat rumah-rumah produksi untuk mengembangkan karier.

Tonjokan-tonjokan Djenar




Judul buku: Mereka Bilang, Saya Monyet!
Penulis: Djenar Maesa Ayu
Kategori: Kumcer
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-8991-6
Cetakan 11: Februari 2013
Tebal : 135 halaman

Cerita pendek yang bagus adalah yang lugas, spontan, telak, tidak basa-basi, efektif, dan nonjok. Djenar Maesa Ayu, dalam kumpulan cerpen "Mereka Bilang, Saya Monyet!" ini membawa semua kriteria cerpen bagus itu. Kenapa saya sebut "nonjok" dalam satu syarat? Sebab tonjokan memberi bekas di wajah korban. Di sini korbannya adalah pembaca. Tentu tonjokan dalam cerpen tidak membuat kesal, justru disukai. Buku ini memberi tonjokan bertubi-tubi bagi saya setelah membaca beberapa judul cerpennya.

Cerpen pertama, "Mereka Bilang, Saya Monyet!" (hal. 1) berisi tentang kehidupan kota dan jerat pergaulan bebas. Para binatang dalam cerpen ini sesungguhnya manusia, yang digambarkan bagai binatang oleh sosok "aku", tokoh utamanya, sebab ia sudah muak dengan hidupnya.

"Lintah" (hal. 11) bergaya simbolik, menceritakan pergolakan batin seorang gadis. Ibunya punya pacar lelaki bejat, yang kemudian diceritakan seolah-olah lelaki itu adalah lintah. Lelaki bejat itu pada akhirnya memperkosanya. Ia jatuh pada persoalan yang semakin besar ketika ibunya sendiri justru mau menikah dengan si lintah.

Salao yang Tak Kenal Menyerah




Judul buku: The Old Man and The Sea
Penulis: Ernest Hemingway
Kategori: Novel
Penerbit : Narasi
ISBN : 978-979-168-435-4
Cetakan 1: 2015
Tebal : 164 halaman

Santiago, nelayan tua yang nasibnya malang. Ia disebut salao, bentuk terburuk dari ketidakberuntungan. Setelah delapan puluh empat hari melaut, tak satu pun ikan berhasil ia dapat. Manolin, bocah lelaki yang pernah ikut dengannya, terpaksa harus pindah perahu setelah empat puluh hari pertama. Orangtuanya tidak berkenan kesialan pada diri Santiago menular pada anak itu.

Sebagai nelayan, kegagalan mendapat ikan berkaitan dengan jatuhnya harga diri. Tapi Santiago yakin, hari esok selalu baru. Maka, pada hari ke-85, ia menolak Manolin yang ingin ikut. Ia melaut sendiri. Tengah hari, umpannya disambar ikan marlin raksasa. Karena tangannya terlalu tua, ia tidak bisa melawan ikan besar itu dengan menariknya. Yang bisa ia lakukan adalah bertahan dengan tali kail sementara ikan itu terus berenang membawanya menjauh ke Samudra Atlantik.

Kebesaran dan Ketulusan Hati Mengubah Segalanya




Judul buku: Anne of Windy Poplars
Penulis: Lucy M. Montgomery
Kategori: Novel
Penerbit : Qanita
ISBN : 978-602-8579-01-8
Terbit: Oktober 2009
Tebal : 436 halaman

Anne Shirley datang ke Summerside sebagai orang asing. Gadis ini bertugas sebagai kepala sekolah baru di Sekolah Menengah Summerside, sebuah kota kecil yang "dikuasai" oleh keluarga Pringle, trah bangsawan Summerside, yang tidak pernah mau kalah dari keluarga besar mana pun di kota itu.

Keluarga Pringle ada di sana sejak dulu, dan sebagian besar penghuni Summerside berasal dari klan Pringle. Sebagai kepala sekolah baru, Anne mengalami banyak kesulitan di awal kedatangannya. Keluarga Pringle, mulai dari kalangan tua hingga muda (murid-murid Anne sendiri) melancarkan "teror" tidak langsung pada Anne agar ia tidak betah tinggal di kota kecil itu.

Namun Anne gadis yang teguh hatinya. Ia menyewa kamar kos di sebuah rumah yang dijuluki Windy Poplars oleh kedua pemiliknya yang janda, Bibi Kate dan Bibi Charlotte. Di rumah itu ada pula Rebecca Dew, kerabat jauh pemilik rumah, yang bertugas dalam urusan rumah tangga. Anne bersahabat dengan mereka bertiga.

Wednesday, 3 June 2015

Belajar Agama dan Kemanusiaan Sambil "Ngopi"




Judul buku: Kembali Menjadi Manusia
Penulis: Doni Febriando
Kategori: Non-fiksi (Motivasi Islami)
Penerbit : Quanta
ISBN: 978-602-02-5262-9
Terbit: 2014
Tebal: xviii + 218 halaman
Harga: Rp. 54.800,-

Agama Islam dibawa ke Nusantara oleh Walisongo lewat jalan cinta dan kasih sayang. Sebagaimana saat Rasulullah Saw pertama kali menyampaikan agama ini ke orang-orang di sekitarnya, Walisongo ketika itu juga menjadi "satu-satunya" yang tidak tersesat.

Delapan abad lamanya agama Islam sudah ada di Nusantara, namun belum satu pun pribumi memeluknya. Yang memeluk Islam hanya "orang luar" yang tinggal di Nusantara. Sepintas mengherankan; bagaimana mungkin selama delapan abad agama Islam belum bisa diterima pribumi? Selama kurun waktu kurang dari 50 tahun, kehadiran Walisongo justru mampu mengislamkan banyak sekali pribumi. Jawabannya karena gaya dakwah Walisongo meniru cara dakwah Nabi Muhammad Saw yang lembut dan tanpa paksaan.

Menulis Tidak Harus Didasari Gagasan Super





Judul buku: Laki-laki yang Tidak Memakai Batu Cincin
Penulis: Badaruddin Amir
Kategori: Kumcer
Penerbit: FAM Publishing
ISBN : 978-602-3350-23-0
Terbit: Maret 2015
Tebal : 176 halaman

Menulis cerpen memang tidak harus selalu dimulai dengan gagasan-gagasan super. Bahkan dengan ide sederhana yang bertebaran di sekitar pun, seorang penulis bisa membuat karya cerpen yang bagus dan bermutu.Badaruddin Amir membuktikan itu di sini. Saya hitung, dari 17 cerpen di buku ini, sekurang-kurangnya ada 8 cerpen yang berhasil mengangkat gagasan yang "biasa saja" menjadi lebih dari sekadar biasa.

Cerpen pertama, "Laki-laki yang Tidak Memakai Batu Cincin" (hal. 40), yang juga dijadikan sebagai judul buku ini, berisi kecenderungan manusia Indonesia yang senang meniru-niru, ikut-ikutan, musim-musiman. Cerpen ini semacam sindiran sekaligus mengangkat fenomena batu akik yang lagi ngetrend. Dikisahkan ada seorang lelaki yang merasa terkucil akibat hanya dia yang tidak memakai batu akik. Pada suatu waktu dia hilang entah ke mana. Di tempat itu, tanpa lelaki itu tahu, ternyata semua orang perlahan meninggalkan batu akik. Dan saat si lelaki kembali, ternyata hanya dia seorang pemakai batu akik.