Wellcome!

Anda memasuki dunia aneh. Siapkan diri sebelum memulai. Jika tidak kuat, di sebelah sana ada kamera, juga di sebelah sini. Lambaikan tangan Anda dan kami akan segera menjemput.

Saturday, 28 February 2015

Review Buku: "Menertawakan Mitos dan Kehidupan"


    Judul buku: Bumi Kuntilanak
    Penulis: Denny Herdy & Sandza
    Kategori: Kumcer
    Penerbit : UNSA Press
    ISBN : 978-602-711-760-0
    Terbit : Agustus 2014
    Tebal : 127 halaman
   
    "Bumi Kuntilanak", sebuah judul yang aneh untuk kumpulan cerpen. Ya, aneh sekaligus membuat penasaran. Bak teror yang datang di malam hari dan tak bisa lepas dari alam bawah sadar. Barangkali agak mengada-ada ketika tahu judul itu semata gabungan antara dua judul cerpen yang "kebetulan" berada di buku ini: "Bumi" dan "Kuntilanak", yang masing-masingnya ditulis tiap penulis. Tapi, selepas membaca buku ini, pikiran itu bisa dipastikan hilang.

Review Buku: "Terjawabnya Lima Pertanyaan Hidup"

    Judul buku: Rindu
    Penulis: Tere Liye
    Kategori: Novel
    Penerbit : Republika
    ISBN : 978-602-899-790-4
    Terbit : Oktober 2014
    Tebal : 544 halaman
    Harga: Rp. 69.000,-
   
    Pertama tahu judul buku terbaru Tere Liye ini, kukira "Rindu" akan melulu bicara soal cinta ala anak muda. Lembar demi lembar kuresapi. Pembaca akan dibawa ke era sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1938, ke dalam sebuah kapal besar yang memuat ribuan manusia dalam sebuah perjalanan.

Puisi: "Para Tamu"

Pagar besi karatan
Roboh sehabis jumatan
Penghuninya dua orang
Laki-laki dan perempuan
Malah sama-sama riang
Sebab konon pagar itu kurang ajar

Sehabis roboh, pagar mati
Tidak ada jejak, tidak ada jarak
Semua bebas datang dan bermain
Mulai dari saudara, teman, hingga tetangga
Termasuk setan dan malaikat kalau mereka suka

Lalu pada sore semua berkumpul
Bersuka ria di satu atap
Tanpa dosa, tanpa pahala
Semua cuma datar
Sedatar wajah meja para tamu

Apa jarak diperlukan lagi, ketika tidak perlu skala untuk mengukur perasaan?
Laki-laki dan perempuan pemilik tempat saling bergandengan
Malamnya mereka lepas tamu undangan
Dan tidur dengan bibir melipat ke atas

-28 Feb 2015-

Thursday, 26 February 2015

Review Buku: "Horor-horor Es Campur"

   
    Judul buku: Jurig Payung
    Penulis: Dang Aji Sidik
    Kategori: Kumpulan Cerpen
    Penerbit : LeutikaPrio
    ISBN : 978-602-225-828-5
    Terbit : April 2014
    Tebal : 123 halaman
   
    Membaca judul dan sinopsis buku "Jurig Payung", mulanya kukira akan membaca buku yang full horor. Yah, hal-hal berbau horor memang kusuka. Cerpen pertama yang berjudul "Lelaki dan Payung" ceritanya lumayan horor. Bayangkan ada payung yang bisa bicara, lalu payung itu jadi seperti teman atau bahkan pacarmu sendiri, hingga suatu saat ia over protective padamu dan cenderung berbahaya bagi orang lain. Apa yang kamu lakukan?

Review Buku: "Detektif Cantik yang Misterius"

   
    Judul buku: Irine Shilling
    Penulis: Ginger Elyse Shelley
    Kategori: Novel
    Penerbit : Diva Press
    ISBN : 978-602-7956-11-7
    Terbit : Oktober 2012
    Tebal : 266 halaman

         Christoper Stain, calon mertua Raphael Kingston, yang terkenal religius dan khas orang kaya pada umumnya: tahu tata krama, diam-diam menemui seorang pelacur di rumah bordil "mewah" milik Nyonya Tattern. Mary Kettle, begitulah nama si pelacur itu, ternyata punya nama lain yang cukup populer di kalangan kepolisian London, meski tidak populer di mata publik berkat kemisteriusannya; Irine Shiling. Belum jelas apa tujuan Mr. Stain ke sana, namun di suatu pagi yang cerah, di tengah berlangsungnya pembicaraan seputar rencana pertunangan antara Raphael dan Sarah Stain, lelaki tua itu tewas setelah disengat seekor lebah.


Sunday, 8 February 2015

Cerpen: "Tukang Foto"

Sus hadir di sisi lelaki itu setiap hari. Pak Jaya, begitu lelaki aneh itu dikenal, atau sekadar disebut, sebab tak sering orang mendengarnya bicara. Jika datang hujan, atau jika malam begitu dingin, meski tak bersuami dan anaknya yang empat tahun menunggu nun jauh di kampung, Sus tak segan turun ke lantai bawah, menyelimuti, dan mengaduk teh hangat buat lelaki tua itu.
   
    Dia tidak selingkuh, sama sekali tidak. Toh, biarpun sendiri dan hidup berdua di satu atap, tak ada yang diselingkuhi. Tak ada suami bagi Sus selain lelaki-lelaki yang menunggunya hadir di depan panggung, dengan iringan musik dan rok mini.