Wellcome!

Anda memasuki dunia aneh. Siapkan diri sebelum memulai. Jika tidak kuat, di sebelah sana ada kamera, juga di sebelah sini. Lambaikan tangan Anda dan kami akan segera menjemput.

Wednesday, 27 May 2015

Skandal di Balik Insiden Anjing di Tengah Malam




Judul buku: Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran
Judul asli: The Curious Insident of the Dog in the Night-time
Penulis: Mark Haddon
Kategori: Novel
Penerbit: KPG
ISBN : 978-979-91-0477-9
Cetakan keempat: Juli 2012
Tebal : viii + 336 halaman

Christopher Boone, bocah 15 tahun penyandang sindrom asperges (sejenis autisme), menemukan anjing pudel milik Nyonya Shears mati tertusuk garpu kebun pada tengah malam. Kejadian itu membuatnya penasaran ingin mencari siapa pembunuh Wellington, begitu anjing itu dinamai.

Tapi Ayah melarang Christopher melakukan hal macam-macam, seperti misalnya menyelidiki kematian anjing itu, karena itu bukan urusan mereka, dan itu tidak penting. Tapi Christopher penasaran, sehingga sekeras apa pun Ayah melarang, ia tetap berangkat, walau sembunyi-sembunyi. Dimulailah permainan detektif Christopher.

Wednesday, 20 May 2015

Nasib Eks-"Jugun Ianfu" di Pulau Buru

   
    Judul buku: Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer
    Penulis: Pramoedya Ananta Toer
    Kategori: Non-fiksi
    Penerbit: KPG
    ISBN : 978-9023-48-3
    Cetakan 2: April 2002
    Tebal : ix + 218 halaman
   
    Zaman penjajahan Jepang di Indonesia dahulu banyak gadis perawan dari tanah Nusantara yang dibawa pergi untuk dijanjikan disekolahkan di Tokyo dan Singapura. Namun, itu hanya sebatas ucapan. Ada ribuan gadis yang bernasib sial karena nyatanya balatentara Jepang hanya menjadikan mereka jugun ianfu (wanita penghibur) di tempat yang jauh dari kampung halaman mereka.
   
    Di bagian awal buku dijelaskan kronologis bagaimana para gadis itu "terjerat". Sebagian besar karena terpaksa dan takut oleh ancaman Jepang. Orangtua mereka tidak bisa melawan bilamana Jepang memutuskan seorang gadis harus ikut. Kriterianya hanya dua: cantik dan sehat.
   
    Tentu saja, nafsu bejat para penjajah Jepang menghendaki wajah cantik, juga badan sehat, karena saat itu wabah kelaparan banyak terjadi di berbagai tempat di Indonesia. Otomatis, gadis perawan yang tinggal di desa tidak ikut terjaring sebab kebanyakan dari mereka sakit-sakitan. Yang terjaring hanya mereka yang tinggal di pusat atau pinggiran kota.
  

Jungkir Balik Dunia Remaja

   
    Judul buku: Flipped
    Penulis: Wendelin Van Draanen
    Kategori: Novel
    Penerbit : Orange
    ISBN : 978-602-8851-80-0
    Cetakan 1: Agustus 2011
    Tebal : 259 halaman
   
    Julianna Baker kedatangan tetangga baru. Bryce Loski, bocah lelaki di keluarga itu, sepantaran dengannya. Mereka sama-sama duduk di bangku kelas dua SD. Juli amat menyukai Bryce dan menganggap apa yang bocah lelaki itu lakukan adalah respon baik untuknya. Namun, di sisi lain, Bryce justru amat membenci Juli dan berusaha sebisa mungkin menghindari darinya.
   
    Waktu berlalu. Suatu hari Juli memelihara enam ekor ayam dari hasil percobaan di sekolah. Ayam itu tumbuh dan bertelur banyak sekali, sampai ia harus menjualnya. Atas dasar rasa sukanya pada Bryce, Juli memberikan sebagian telur itu pada keluarga Loski. Sayangnya, Mr Loski (ayah Bryce) mendidik anaknya dengan kedisiplinan yang salah. Ada salah paham yang terjadi ketika membicarakan ayam-ayam dan kondisi halaman rumah keluarga Juli yang berantakan. Maka, Bryce seolah mendapat tugas "menghentikan" kiriman telur itu dari Juli.
  

Saturday, 16 May 2015

Meluruskan Tidak Harus dengan Kekerasan

     
    Judul buku: Maryam
    Penulis: Okky Madasari
    Kategori: Novel
    Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-979-22-9384-5
    Cetakan 2: Februari 2013
    Tebal : 280 halaman
   
    Maryam lahir sebagai seorang "ahmadi", sebutan untuk penganut aliran Ahmadiyah. Ia lahir dan besar di desa pesisir bernama Gerupuk, di Lombok. Lepas SMA, Maryam hijrah ke Surabaya, kuliah di sana. Lulus kuliah, ia mendapat pekerjaan enak di Jakarta dengan gaji yang membanggakan.
   
    Namun, hidup Maryam tak sesimpel itu. Sebagai seorang ahmadi, yang mengimani sesuatu yang berseberangan dengan Islam sejati, ia dan keluarganya terombang-ambing dalam berbagai masalah pelik selama bertahun lamanya. Ia sempat dijodohkan dengan Gamal dan Umar, pemuda baik yang juga lahir di keluarga ahmadi. Namun, ketika itu hati Maryam tertambat pada Alam, seorang muslim sejati yang tinggal di Jakarta.
  

Misteri Gadis-gadis Keluarga Lisbon


    Judul buku: The Virgin Suicides
    Penulis: Jeffrey Eugenides
    Kategori: Novel
    Penerbit : Dastan Books
    ISBN : 978-602-247-131-8
    Cetakan 6: Oktober 2013
    Tebal : 296 halaman
   
    Keluarga Lisbon diselubungi misteri selama beberapa dekade sejak terjadi peristiwa bunuh diri Cecilia, anak bungsu mereka, yang berumur 13 tahun. Cecilia gadis yang terganggu jiwanya. Setelah kematiannya, para saudarinya yang lebih tua: Therese, Mary, Bonnie, dan Lux, menunjukkan gelagat ketidakwarasan yang sama.
   
    Dalam cerita ini kita mendengar kesaksian "kami", yaitu para remaja laki-laki yang tinggal di kawasan itu. Misteri bunuh dirinya Cecilia membuat rumah itu pelan-pelan menuju kehancuran. Mr dan Mrs. Lisbon, sepeninggal si bungsu, semakin mengurangi eksistensi diri di kehidupan sosial. Entah apa alasannya mereka seperti kumpulan orang sinting yang membenci hidup, meski beberapa waktu lamanya hidup keluarga itu terus berlanjut.

Tuesday, 12 May 2015

Mencari Kebebasan di Dunia Gelap

    
    Judul buku: Malam Terakhir (Edisi Baru)
    Penulis: Leila S Chudori
    Kategori: Kumpulan cerpen
    Penerbit: KPG
    ISBN : 978-979-91-0215-7
    Cetakan 1: November 2009
    Tebal : xviii + 117 halaman
   
    Kumpulan cerpen ini sebagian besar melukis pergolakan dan pemberontakan dalam diri anak manusia. Cerita-cerita yang gelap dan suram. Di "Adila" (hal 19) dikisahkan seorang anak yang terkekang oleh dinding besar yang dibangun oleh sang ibu. Hingga, demi membongkar kekangan itu, cara yang bisa ia lakukan cuma satu: memanggil teman-teman imajiner yang dikenalnya di berbagai buku. Ini upaya anak kecil yang tak berdaya oleh keinginan keras orangtua. Menyentil dan mencerahkan.
   
    Hal yang sama bisa kita temui pada "Ilona" (hal 83). Hanya saja, kuasa anak hampir menyetarai, atau malah mengalahkan, wewenang orangtua. Dinding itu dibentuk oleh penolakan sang anak pada aturan dunia pada diri perempuan. Sementara "Malam Terakhir" (hal 105) punya bentuk yang hampir sama dengan "Adila", hanya saja si anak terlalu lemah untuk melawan. Menariknya, cerpen yang dijadikan judul buku ini dilatarbelakangi suatu rezim berdarah yang begitu dinikmati oleh kaum pejabat. Ini yang membuatnya berbeda. Si anak tidak sekadar bertemu dinding yang membelenggunya dalam label "ningrat", tetapi juga menjauhkannya dari realitas yang mestinya melebur dalam diri setiap manusia, tak terkecuali dirinya sebagai anak seorang pejabat.
  

Seks Bukanlah Segala-galanya

   
    Judul buku: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
    Penulis: Eka Kurniawan
    Kategori: Novel
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-602-03-0393-2
    Terbit: Mei 2014
    Tebal : 243 halaman
   
    Ajo Kawir bersahabat dengan Si Tokek. Mereka remaja nakal yang mengerti soal seks di usia belia, karena suka mengintip Pak Lurah saat berhubungan badan dengan istri ketiga. Suatu malam, Si Tokek mengajak Ajo Kawir mengintip di rumah perempuan gila bernama Rona Merah. Si Tokek sering mengintip perempuan itu mandi dan ternyata ia lebih suka tubuh seksi Rona Merah ketimbang istri ketiga Pak Lurah. Maka Ajo Kawir pun, sebagai sahabat dekatnya, langsung diajak.
   
    Celakanya malam itu datang dua orang polisi ke sana, hendak memperkosa Rona Merah. Rupanya dua polisi itu sudah biasa, hanya Si Tokek yang belum tahu. Maka, Ajo Kawir--yang tengah mengintip bersama Si Tokek--tidak sengaja terjatuh, karena gugup melihat dua polisi itu menelanjangi Rona Merah.

Saturday, 9 May 2015

Para Binatang Berpolitik

    
    Judul buku: Animal Farm
    Penulis: George Orwell
    Kategori: Novel
    Penerbit : Bentang Pustaka
    ISBN : 978-602-291-070-1
    Cetakan 1: Januari 2015
    Tebal : iv + 144 halaman
    Harga: Rp. 34.000,-
   
    Dahulu, di peternakan bernama Manor Farm, hiduplah berbagai binatang ternak yang bisa bicara. Major, babi tua yang dihormati, mengumpulkan teman-temannya dan mulai mempidatokan mimpinya: bahwa suatu saat mereka merdeka dari umat manusia. Ia bagaikan tokoh pembangkit semangat dan pencetus ide mustahil di kalangan binatang ternak: bahwa manusia harus pergi dari bumi Inggris.
   
    Sepeninggal Major, ternyata ide yang tadinya dianggap mustahil itu, benar-benar berjalan. Snowball dan Napoleon, dua babi muda cerdas, yang meneruskan cita-cita itu dalam wujud nyata. Mereka belajar banyak hal mulai dari membaca dan ilmu-ilmu umum yang diperlukan andai nanti mereka berhasil mengusir manusia.

Kegagalan Dunia Ajaib

     
    Judul buku: Alice in Wonderland
    Penulis: Lewis Carroll
    Kategori: Dongeng
    Penerbit : Atria
    ISBN : 978-979-1411-71-4
    Cetakan 1: November 2009
    Tebal : 175 halaman
   
    Alice terperosok ke lubang kelinci dan tiba di dunia aneh yang membuat badannya bisa berubah menjadi besar dan kecil hanya dengan makan dan minum sesuatu. Di dunia ini ia bertemu kelinci berjas yang bisa bicara. Ia juga bertemu tikus dan burung-burung yang bisa bicara. Segala hal yang aneh ia temui, mulai dari kucing yang bisa hilang, sampai ulat yang mengisap hookah (semacam rokok), pembuat topi, raja yang bodoh, dan ratu kejam yang senang memenggal kepala.

Mengenal Gie Lebih Dekat

   
    Judul buku: Catatan Seorang Demonstran
    Penulis: Soe Hok Gie
    Kategori: Non-fiksi
    Penerbit : LP3ES
    ISBN : 978-979-3330-33-3
    Cetakan 14: Oktober 2014
    Tebal : xxx + 385 halaman
   
    Saya kenal sosok Soe Hok Gie pertama kali dari film "Gie" garapan Riri Riza yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Tidak banyak yang saya tahu tentang Gie, karena pada saat film itu rilis, saya masih SMP (usia yang sama ketika Gie mulai "mendokumentasikan" kegiatan sehari-harinya ke dalam buku harian).
   
    Saya pikir film itu bagus, meski ada banyak point yang membuat saya tersesat; siapa sosok Gie sepenuhnya, di mana dia berdiri, bagaimana dia berpikir, dan seterusnya. Semua itu hanya menjadi pertanyaan selama bertahun-tahun di otak saya, yang hanya bisa terjawab dengan saya mencari informasi tentang sosok ini di internet.
  

Menyerap Inti Epos Besar dari India

   
    Judul buku: Kitab Epos Mahabharata
    Penulis: C. Rajagopalachari
    Kategori: Epik
    Penerbit : IRCiSoD
    ISBN : 978-602-7640-50-4
    Cetakan 2: Februari 2013
    Tebal : 482 halaman
   
    Siapa tak tahu Mahabharata? Karya "tua" dari India ini mengandung pelajaran tentang hidup, filsafat, hubungan sosial, dan etika. Tidak sekadar berkisah tentang keluarga besar Pandawa dan Kurawa, ada pula banyak kisah-kisah pencerah budi pekerti dari jauh sebelum Perang Kurusetra berlangsung.
   
    Saya pribadi tidak begitu suka hal-hal berbau India, apalagi lagu dan film India. Namun, membaca karya yang melegenda ini, tidak ada salahnya, 'kan? Di ulasan singkat ini saya tidak menuturkan secara rinci (itu tidak mungkin) tentang semua yang ada di buku ini. Namun, saya cukup mengatakan bahwa karya ini bagus. Kita akan temukan tiap watak manusia, lalu membanding-bandingkan dengan diri sendiri. Meski Pandawa adalah gambaran putih, sementara Kurawa hitam, kita pun tak lepas dari melihat cela itu ada pada sang putih. Ternyata tidak semua orang sepenuhnya suci, alias setiap manusia pasti punya dosa, sekecil apa pun.

Thursday, 7 May 2015

Risiko di Balik Profesi dan Status Sosial


    Judul buku: Kisah Abrukuwah
    Penulis: Sori Siregar
    Kategori: Kumpulan Cerpen
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-979-22-0564-0
    Terbit: September 2003
    Tebal : 138 halaman
   
    Secara garis besar, cerpen-cerpen Sori Siregar di buku ini fokus ke satu persoalan, yakni profesi dan risiko yang mungkin dihadapi, juga situasi sosial yang dihadapi oleh profesi tertentu. Kondisi sosial telah lama menjadi bahan mentah untuk sebuah tulisan, termasuk cerpen. Tapi, tidak semua pengarang berhasil, atau setidaknya memberi efek yang membekas di hati pembaca.
   
    Dalam kumpulan cerpen ini, Sori Siregar berhasil membuat efek itu. Dari sepuluh cerpen, cuma dua di antaranya yang ingin memberi efek itu, namun "terengah-engah" dari awal hingga akhir, yakni yang berjudul "Bram" (hal. 11) dan "Makam" (hal. 53). Pesan yang disampaikan kedua cerita ini bagus, namun saya rasa eksekusinya kurang sempurna--meski tidak bisa dibilang buruk, karena semua cerpen di buku ini pernah dimuat di beberapa media nasional.

Kipling dan Cerita-cerita "Ajaib"-nya

   
    Judul buku: Just So Stories (Sekadar Cerita)
    Judul asli: Just So Stories for Children
    Penulis: Rudyard Kipling
    Kategori: Kumpulan Dongeng
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-979-22-7803-3
    Terbit: 1902
    Terbit pertama di Indonesia: Desember 2011
    Tebal : 159 halaman
    Harga: Rp. 35.000,-
   
    Imajinasi kadang dibutuhkan agar nasihat-nasihat bijak dapat tersampaikan dengan cara menyenangkan. Begitulah yang dilakukan Rudyard Kipling dalam bukunya Just So Stories ini. Berisi 12 dongeng klasik pengantar tidur, Kipling mengajak kita berkelana di dunia imajinasi yang luar biasa. Tidak cuma itu, setiap dongeng mengandung pesan moral yang dikuatkan oleh puisi-puisi singkat di bagian akhir.
   
    Kita akan tahu asal muasal, misalnya, kenapa unta berpunuk, apa yang membuat kulit badak terlihat berlipat-lipat, bagaimana alfabet ditemukan, atau bagaimana gajah mendapatkan belalai panjangnya, meski kita tahu apa yang terjadi dalam cerita ini sama sekali jauh dari fakta. Namanya juga dongeng, pasti isinya imajinasi. Namun, tentu saja membuat dongeng seperti ini tidak mudah.
   
    Di tiap judul ada setidaknya satu ilustrasi, berisi adegan penting para tokohnya. Tapi, tidak seperti buku Just So Stories yang terbit di segenap penjuru dunia, di buku terbitan ini ilustrasinya bukan karya Kipling, melainkan digambar ulang oleh Staven Andersen. Cerita yang menurut saya paling kompleks dan sulit membayangkan akan mudah saya menulis cerita semacam itu adalah tentang ditemukannya alfabet. Mungkin di beberapa bagian agak mengada-ada, tapi agaknya cuma Kipling yang tahu bagaimana membuat cerita itu tampak lebih masuk akal, walau sekadar imajinasi.

Perempuan dan Persoalannya yang Kompleks

   
    Judul buku: Satu Hari yang Ingin Kuingat
    Penulis: Yetti A.KA
    Kategori: Kumpulan Cerpen
    Penerbit: UNSA Press
    ISBN : 978-602-711-761-7
    Terbit: 2014
    Tebal : v + 109 halaman
   
    Dalam kumpulan cerpen ini, Yetti A.KA menyoroti sosok perempuan dari beberapa sudut pandang. Perempuan dengan persoalan-persoalan yang lebih banyak tentang derita, dikemas secara apik dalam 13 cerita pendek yang semuanya pernah terbit di beberapa koran nasional maupun lokal.
   
    Hampir setiap cerpen, setelah dibaca, menjejak kesan mendalam di hati pembaca. Yetti A.KA begitu piawai meracik konflik para tokohnya dan menjebak pembaca agar ikut merasakan apa yang tokoh utama rasakan. Dalam "Satu Hari yang Ingin Kuingat", misalnya, berkisah tentang seorang perempuan yang tidak bisa hidup sendiri tanpa kekasih. Namun, kekasihnya telah lama pergi. Maka, dengan sekuat hati ia mencoba tidak melupakan hal-hal manis di masa lalunya, meski itu sudah usang untuk diingat.

Pertemuan Tiga Insan dengan Jalan Rumit



    Judul buku: Triangle's Destiny
    Penulis: Reffi Dhinar
    Kategori: Novel
    Penerbit: AG Litera
    ISBN : 978-602-7692-80-4
    Terbit: Desember 2013
    Tebal : vi + 194 halaman
   
    Dahulu di panti asuhan ada dua orang gadis bersahabat. Mereka Fitri dan Merry. Keduanya beda, meski sama-sama cantik. Merry yang memiliki garis wajah aristokrat, diangkat anak oleh pasangan tua yang kaya raya. Namun, itu tidak membuatnya bersyukur. Di hatinya ada duri beracun yang kelak membuat banyak orang menderita. Sementara, Fitri yang cantik namun sederhana tidak seberuntung Merry. Perjuangannya sebagai yatim piatu dimulai dari bawah. Dan itu mendidiknya untuk menjadi pribadi yang tulus.
   
    Merry menyukai Suganda, putra mahkota kerajaan bisnis besar di Indonesia. Sementara, Suganda justru menyukai Fitri. Mereka kuliah di universitas yang sama. Suganda sempat berpacaran dengan Fitri, namun harus putus karena Merry dengan segala cara membujuk orangtuanya yang juga pebisnis, agar menjodohkan dirinya dengan Suganda.
   
    Babak baru dimulai: Suganda menikahi Merry tanpa cinta alias terpaksa, sementara Fitri menikah dengan Burhan, pemuda yang ia cintai karena jalan hidup mereka hampir sama. Namun beberapa tahun lewat, Suganda belum bisa mengusir perasaannya kepada Fitri, meski Merry melahirkan seorang anak untuknya. Burhan, yang tak lain bawahan Suganda, jujur dan polos. Merry yang sakit hati oleh cemburu, menyuruh Hendro memfitnah Burhan agar sekalian bisa mengusir bayangan Fitri jauh-jauh dari kehidupan Suganda.

Wednesday, 6 May 2015

Review Buku: Labirin si Sakit Hati





Judul buku: Labirin sang Penyihir
Penulis: Maya Lestari GF
Kategori: Novel
Penerbit: Kakilangit Kencana
ISBN : 978-602-8556-54-5
Terbit: April 2015
Tebal : 242 halaman

Taman Labirin itu dijaga perempuan cantik. Konon, siapa pun yang masuk ke sana, bisa pulang membawa mainan. Tentu saja, Attar, sebagai bocah sebelas tahun, langsung tertarik. Ia ingin mengikuti "jejak" teman-teman yang sudah pernah masuk ke taman itu dan pulang membawa mainan. Larangan Mama tidak digubris, sampai ia menyadari bahwa itu bukan labirin biasa. Itu labirin si penyihir jahat.

Attar tidak sendiri. Ketika tahu terjebak di kegelapan, ada gadis bernama Mandira menjelaskan banyak hal tentang labirin ini padanya. Mereka yang terjebak tidak bisa keluar, kecuali bisa menjawab beberapa pertanyaan di buku teka-teki. Sayangnya, itu belum pernah terjadi. Entah berapa banyak anak yang terjebak, sampai akhirnya Attar masuk. Sebagai bocah terakhir, kini ialah yang bertugas menjawab semua teka-teki yang penyihir berikan, dengan syarat: tidak boleh salah lebih dari dua kali.