Wellcome!

Anda memasuki dunia aneh. Siapkan diri sebelum memulai. Jika tidak kuat, di sebelah sana ada kamera, juga di sebelah sini. Lambaikan tangan Anda dan kami akan segera menjemput.

Monday, 16 March 2015

Review Buku: "Kumpulan Imajinasi Gila"


    Judul buku: Sayap Jibril
    Penulis: Habiburrahman, dkk
    Kategori: kumpulan cerpen
    Penerbit : FAM Publishing
    ISBN : 978-602-17404-2-2
    Terbit : 2013
    Tebal : 191 halaman
    Harga: Rp. 40.000,-
   
    "Sayap Jibril" adalah kumpulan cerpen sastra hasil lomba Apresiasi Sastra 2012. Berisi 20 cerpen karya anak-anak muda Indonesia yang membuat kita terhibur sekaligus, mungkin: tercengang.
   
    Sebut saja cerpen pertama. Karya Habsari yang berjudul "Si Meti Jadi Tahi" ( hal. 14 ) ini benar-benar gambaran tragis dari kondisi sosial dan moral di sekitar kita. Adalah ibu kandung si Meti, seorang bayi kecil yang sering kelaparan, merasa bahwa tahi manusia bisa memberi mereka kelangsungan hidup. Dengan memakan tahi manusia, menurutnya, mereka tidak akan mati kelaparan.

Sunday, 15 March 2015

Hidup Gak Perlu Ribet


    Pagi yang cerah. Secerah hatiku. Secerah mimpi semalam. Mimpi bisa membuatmu hidup, atau kadang mematikanmu. Mimpi seperti teman. Dia bisa datang dan pergi sesuai kemauanmu. Atau dia bisa datang dan pergi tidak seperti yang kau mau.
   
    Jalan kita berliku. Ada belokan di depan sana, yang jika dihitung mulai hari ini hingga setahun mendatang, bisa jadi jumlahnya ratusan, atau ribuan, atau jutaan. Tidak ada yang tahu. Semua itu rahasia yang kadang membuat jengkel. Jangan khawatir. Bukankah Tuhan pandai bermain-main?
   
    Itu baru belokan. Belum lain-lain seperti tanjakan yang cukup menguras tenaga jika kita mendakinya. Dan, jumlahnya juga bisa ratusan, bisa ribuan, bahkan jutaan. Di luar belokan dan tanjakan? Oh, ada. Namanya turunan. Yang ini agak mudah; kita tinggal meluncur saja, tanpa tenaga, tapi risikonya satu: bisa celaka kita jika tidak punya rem!

Thursday, 12 March 2015

Review Buku: "Telekinesis: Teror dari Kepala Seorang Gadis"

   
    Judul buku: Carrie
    Judul asli: Carrie
    Penulis: Stephen King
    Kategori: Novel
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-979-22-9951-9
    Terbit: 1974
    Terbit pertama di Indonesia: Oktober 2013
    Tebal : 253 halaman
    Harga: Rp. 47.000,-
   
    Carrieta White dilahirkan dari rahim Mrs.Margaret, penganut Kristen fanatik yang dipandang berbahaya dan aneh oleh masyarakat sekitarnya. Hampir semua warga kota kecil Chamberlaine tahu wanita itu. Masa lalu Carrie, begitu panggilan gadis 16 tahun ini, di masa depan jadi bahan perbincangan, perdebatan, bahkan penelitian sains akibat gen yang membuatnya punya kemampuan telekinesis; kemampuan ganjil menggerakkan benda-benda dengan pikiran.
   
    Kelahiran Carrie dianggap kutukan oleh ibunya atas dasar kepercayaan yang dia anut. Wanita itu tidak menghendaki adanya bayi, atau malah tidak menyadari bayi itu tumbuh di rahimnya setelah sang kekasih meninggal. Tentu saja bayi itu hasil perbuatan dosa/zina, yang akhirnya membuat Mrs.Margaret membenci segala hal yang berkaitan dengan seks serta hubungan antar lelaki-perempuan, dan menganggap hal semacam itu dosa besar tak terampunkan. Ia menutup diri dari pergaulan, dengan membawa serta anak perempuannya itu, agar terbebas dari "dosa-dosa" yang semua orang di sekeliling mereka lakukan.

Review Buku: "Ungkapan Hati Para Perindu Ka'bah"

 
    Judul buku: Melukis Ka'bah
    Penulis: Asih Wardhani, Rina Rinz, dkk
    Kategori: kumcer religi
    Penerbit : Lovrinz Publishing
    ISBN : 978-602-71451-2-2
    Terbit : Oktober 2014
    Tebal : 231 halaman
   
    Mimpi melihat ka'bah sudah ada di hati banyak orang. Tapi tidak semua beruntung dapat langsung mewujudkan mimpi itu. Ada yang sekali dayung, bisa tercapai semua itu. Ada yang berpeluh-peluh dulu, baru tercapai mimpinya. Namun ada pula yang harus berdarah-darah untuk membayar mimpi mulia ini.
   
    "Melukis Ka'bah" adalah kumpulan cerpen religi tentang mimpi ke tanah suci. Ada 19 kisah dengan ragam karekter tokoh dan konflik, yang semua berpusat pada satu titik: Ka'bah. Adakah mereka sanggup meraihnya? Bagaimana mereka berusaha mewujudkan itu? Cara-cara apa saja yang ditempuh untuk sebuah mimpi yang mungkin tidak akan datang dua kali dalam kehidupan para tokoh ini?

Review Buku: "Keluarga Koplak Kaya Mendadak"

   
    Judul buku: Cireng Forever
    Penulis: Haris Firmansyah & Funny Team
    Kategori: Novel komedi
    Penerbit : de Teens
    ISBN : 978-602-279-053-2
    Terbit : September 2013
    Tebal : 231 halaman
   
    Pak Solar, bapaknya Tajudin, baru saja kena PHK. Untuk menyambung hidup keluarganya, dengan modal uang pesangon dibukalah warung bensin eceran oleh Pak Solar. Tapi memang dasar beliau kurang cerdas, usaha itu dengan cepat saja gulung tikar.
   
    Ya, Pak Solar adalah tipe bapak-bapak alay nan koplak. Tidak ada orang sealay sekaligus sekoplak dia di usia setua itu. Tentu saja ini membuat hidup Tajudin sedih. Tajudin yang tadinya pintar di sekolah, selalu dapat ranking, kini harus membagi waktu sekolah dengan kerja jadi buruh cuci motor keliling.
   
    Nadia, teman sekelas Tajudin, yang juga saingannya dalam mendapat ranking, melihat perubahan drastis ini dengan hati yang lapang. Ia merasa harus membantu Tajudin walau awalnya tidak tahu masalah yang menimpa keluarga Pak Solar. Dari bantuan Nadialah, Tajudin dapat modal berjualan bakwan jagung dan susu kedelai. Sekarang pelajaran Tajudin tidak lagi terganggu, karena ia bisa berjualan di sekolah.

Tuesday, 10 March 2015

Review Buku: "Pelajaran Mimpi dan Takdir"


    Judul buku: Sang Alkemis
    Judul Asli: O Alquimista
    Penulis: Paulo Coelho
    Kategori: Novel
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-979-22-9840-6
    Terbit pertama (di Indonesia): 2005
    Cetakan baru: 2014
    Tebal: 213 halaman
    Harga: Rp. 45.000,-
   
    Santiago, penggembala domba dari Spanyol, ingin lari dan mencari jati diri dalam hidup. Sebuah mimpi membulatkan tekadnya untuk mengembara dan mencari harta karun di tempat yang jauh. Ia masih muda. Dulu orangtua menginginkannya menjadi pastor, namun keinginan hatinya tidak bisa diingkari. Akhirnya ia pergi mengembara dengan domba-domba sebagai "bekal" perjalanannya.
   
    Santiago senang membaca buku, tapi juga senang membaca alam. Domba-domba yang ia bimbing, juga alam tempatnya berkelana, mengajarinya cara berbahasa universal, sebuah bahasa yang bisa dipahami setiap makhluk hidup di muka bumi. Mimpi-mimpi yang aneh, yang ia yakini membawanya ke takdir baik, terus mengusik pikiran. Seorang gipsi tahu tafsir mimpi itu, bahwa takdirnya selama ini ada di antara piramida-piramida di Mesir, berupa harta karun yang sangat mahal.

Review Buku: "Makhluk yang Membunuh Penciptanya"


    Judul buku: Frankenstein
    Judul asli: Frankenstein
    Penulis: Mary Shelley
    Kategori: Novel
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    ISBN : 978-602-03-0195-2
    Terbit pertama: 1994
    Cetakan terbaru: 2014
    Tebal: 308 halaman
    Harga: Rp. 44.000,-
   
    Victor Frankenstein hidup bahagia sejak kecil. Ayah ibunya mengangkat Elizabeth Lavenza, gadis yatim piatu, yang kemudian menjadi sahabat, kekasih, sekaligus saudara yang Victor sayangi. Bersama Henry Clerval, pemuda penuh gairah kepahlawanan, ia juga merekam kehidupan masa lalu yang indah. Masa kecilnya sungguh bahagia. Tidak ada anak sebahagia dia, sampai suatu hari, ketika ia hendak masuk ke bangku kuliah, ibunya meninggal.
   
    Ini titik pertama yang membawa kelam di hidup Victor. Ia kuliah di Ingolstadt, jauh dari rumah keluarganya di Jenewa. Di sana ia mendalami berbagai ilmu yang sudah jadi gairah sejak dulu. Di luar segala ilmu pasti itu, sebenarnya Vidtor telah lama mempelajari ilmu-ilmu tak masuk akal, yang lebih mendekati sihir dan banyak dianggap bualan oleh banyak orang.

Friday, 6 March 2015

Kurang dari Satu Jam

    Kalau sebelumnya kutulis hal paling memalukan dalam hidupku (baca di sini), kali ini kutulis hari yang menyebalkan dalam hidupku. Yah, mungkin gak selucu sebelumnya. Namanya juga nyebelin. Mana ada sih kejadian nyebelin bisa jadi lucu?
   
    Ini kejadian pas SMA. Dulu di sekolah ada ekskul renang yang anehnya wajib diikuti semua siswa. Kenapa kusebut aneh? Lha, ya jelas aneh, karena yang tidak suka renang pun juga wajib ikut. Ini namanya sudah bukan ekskul, tapi pemaksaan!
   
    Meski begitu kayaknya gak ada siswa yang protes, semua adem ayem, kecuali cuma aku (itu pun dalem ati, ckck). Dan, ya, ya, kukatakan sejujurnya kalau aku gak suka renang. Bukan karena takut air. Aku sejak kecil suka main di anak sungai Brantas di salah satu desa di Jawa Timur. Aku suka main di sana, mandi bareng teman-teman. Jadi alasanku tidak suka ekskul renang bukan itu. Alasanku adalah karena tempatnya jauh.
   
    Itu alasan paling masuk akal, mengingat rumahku yang paling jauh dari sekolah. Ditambah lagi, lokasi renang tidak di dekat-dekat sekolah, melainkan lebih jauh lagi. Jadi untuk ke sana aku harus naik motor. Ekskul diadakan sore hari, tepatnya pukul 15.00 sampai 17.30. Biasanya hampir isya aku baru sampai rumah. Perjalanan dari rumah ke lokasi berjarak satu jam, dengan kondisi motor ngebut.

Wednesday, 4 March 2015

[Cerpen]: Rahasia Anna

    Darah menetes dari telapak tanganku. Suara-suara dentum terus terdengar di sekitar, seakan seseorang memasukkan alarm atau semacamnya ke kepalaku, membunyikannya berkali-kali. Apa yang kulakukan? Apa aku masih hidup? Apa aku tahu nasib dia setelah ini

Aku tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, selain hanya berpikir soal lain, sesuatu di luar kegaduhan di tempat ini, sesuatu yang harus benar-benar kupikirkan. Kapan aku akan melihatnya? Kapan kami bertemu lagi? Di mana aku? Dengan siapa aku?


    Aku tidak begitu ingat, sebab setelah pertemuan kami sore itu, di taman, seperti cerita klise dalam film-film romantis, sekelompok orang membawaku paksa ke dalam mobil. Mulutku dilakban. Tanganku diikat. Dan kakiku ditendang hingga tak akan bisa membuatku lari ke mana-mana.

    Yang kuingat hanya soal satu: pacarku. Ya, perempuan yang kutemui di taman itu. Dia pacarku. Sebut saja Anna. Dia cantik. Tubuhnya ideal; tidak terlalu jangkung, tidak juga terlalu pendek. Dia juga tidak kurus. Aku tidak suka perempuan kurus. Kami bertemu di taman yang sama, tapi dalam kondisi yang jauh berbeda.

Review Buku: Zombie Rasa Indonesia

    Judul buku: Zombie Aedes
    Penulis: Satria Satire
    Kategori: Novel
    Penerbit : Elex Media Komputindo
    ISBN : 9786020256870
    Terbit : Januari 2015
    Tebal : 373 halaman
    Harga: Rp. 69.800,-
   
    Sebuah wabah misterius melanda seisi dunia akibat produk obat nyamuk baru bernama Retron. Diketahui kandungan produk itu menyebabkan nyamuk-nyamuk termutasi menjadi seukuran lalat. Mereka yang tergigit nyamuk ini tumbang satu per satu, memenuhi klinik dan rumah sakit yang ada.

Tuesday, 3 March 2015

Menahan Mulas di Dalam Kelas

Tiba-tiba kepikiran nulis hal memalukan yang pernah terjadi di hidupku. Yah, bagi kalian, siapa pun yang gak sengaja membaca tulisan ini, di mana pun kalian berada, silakan tertawa sepuasnya, meski nanti yang kutulis belum tentu lucu. Dan setelah puas tertawa, kudoakan semoga kalian terhibur.

Apa sih hal memalukan itu? Gak kuat nahan BAB di dalam kelas.

Gimana ceritanya bisa begini, mulanya pas sehari sebelum kejadian. Waktu itu aku masih SMP. Ibu beli sekaleng biskuit Nissin rasa kepala, eh, kelapa. Tahu, 'kan? Yang kalengnya warna item, terus biskuitnya berbentuk persegi panjang gepeng? Nih, kukasih gambarnya biar gak susah jelasin.

Monday, 2 March 2015

Review Buku: "Ketabuan di Tengah Penjunjungan Tata Krama"

   
    Judul buku: Nyai Gowok
    Penulis: Budi Sardjono
    Kategori: Novel dewasa
    Penerbit : Diva Press
    ISBN : 978-602-255-601-5
    Terbit : Mei 2014
    Tebal : 332 halaman
   
    Bagus Sasongko, pemuda belasan tahun, yang ketika itu sudah mulai memasuki masa akil baligh, sedang gundah gulana sebab kejadian yang akhir-akhir ini ia alami. Irawan (kakak kandungnya) beserta Kang Bogang (tukang rawat kuda di rumah ayahnya), belakangan menggodanya tentang keharusan seorang bocah yang beranjak dewasa untuk belajar mengenal seks dan seluk beluk tubuh wanita dewasa.

Review Buku: "Warna-Warni Kisah Perkotaan"

    Judul buku: Netizen
    Penulis: WN Rahman, dkk
    Kategori: Kumpulan Cerpen Sastra
    Penerbit : UNSA Press
    ISBN : 978-602-711-763-1
    Terbit : Desember 2014
    Tebal : vi+104 halaman
   
    Tema urbanitas menjanjikan sesuatu yang segar untuk dinikmati dalam karya sastra. Tentu saja, karena selain urbanitas dapat mengungkap berbagai sisi kemanusiaan, juga membongkar realita kehidupan sehari-hari, yang biarpun terus dijalani, kita seperti tak jenuh menjadi bagiannya. Karena memang kitalah pembangun urbanitas itu. Karena memang kitalah "manusia kota" itu.