Skip to main content

Sebuah Awal: Memang Hidup Bukan Mie Instan

Tidak ada jalan mudah untuk sebuah mimpi yang besar. Saya mengangankan sesuatu yang belum pernah sekuat ini terangankan jika mampir ke pikiran. Seperti mendaki gunung yang butuh perjuangan, mimpi besar juga butuh berdarah-darah. Puncak tidak bisa dicapai dengan hanya selangkah dua langkah. Bermacam marabahaya menunggu, dan hanya soal waktu mereka bermunculan. 

Begitu tubuh kita penuh luka, barulah puncak didapat. Kepala ini serasa penuh kelebat gambar-gambar tentang "dia", tentang mimpi-mimpi lain, tentang suatu masa yang akan datang ketika seseorang mengingatkan saya minum susu dan membetulkan letak kemejaku--sekalipun saya bukan Soe Hok Gie. Membayangkan semua itu jantung ini berlompatan dibawa Spiderman ke sana kemari. Benar-benar tak terduga.

Demikianlah. Sore ini terasa begitu dalam. Hidup memang bukan mie instan yang tinggal seduh 3 menit langsung matang, maka manusia harus berjuang.

Comments