Skip to main content

Puisi: "Para Tamu"

Pagar besi karatan
Roboh sehabis jumatan
Penghuninya dua orang
Laki-laki dan perempuan
Malah sama-sama riang
Sebab konon pagar itu kurang ajar

Sehabis roboh, pagar mati
Tidak ada jejak, tidak ada jarak
Semua bebas datang dan bermain
Mulai dari saudara, teman, hingga tetangga
Termasuk setan dan malaikat kalau mereka suka

Lalu pada sore semua berkumpul
Bersuka ria di satu atap
Tanpa dosa, tanpa pahala
Semua cuma datar
Sedatar wajah meja para tamu

Apa jarak diperlukan lagi, ketika tidak perlu skala untuk mengukur perasaan?
Laki-laki dan perempuan pemilik tempat saling bergandengan
Malamnya mereka lepas tamu undangan
Dan tidur dengan bibir melipat ke atas

-28 Feb 2015-

Comments

  1. Eer.... inii puisi untuk para kupu-kupu malam dan bunga-bunga malam ya hehee.. *ada bunga malam?*

    By the way, "Dan tidur dengan bibir melipat ke atas" itu gimana maksudnya yah? :D

    Ditunggu kunjungan baliknya di ~> Vindy Pindy Mindy ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan tentang kupu2 malam kok hehe. Arti bibir melipat ke atas itu "cemberut berlebih" :D

      Sudah mampir hehe

      Delete

Post a Comment