(Dimuat di Cendananews pada Sabtu, 3 Maret 2018) Sejak hutan yang kutinggali digunduli, aku beserta keluargaku pindah ke kota-kota besar. Kami tidak pernah bertahan selama lebih dari lima hari di suatu kota dan itu yang membuatku kemudian mengira betapa hidupku akan berakhir sial. Di hutan, di sebuah komunitas pencinta alam dan pembenci kehidupan modern serta alat-alat elektronik, aku dibesarkan dengan keyakinan bahwa manusia harus menyatu sepenuhnya dengan alam dan kami dilarang memakai alat-alat temuan zaman modern untuk pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh tangan kami sendiri. Tentu saja, dengan kehidupan yang seperti ini, aku tidak mengerti banyak hal yang harus dimengerti oleh siapa pun yang tinggal di kota. Aku adalah anak sulung dari lima bersaudara dan ayahku telah meninggal. Akulah pemimpin di kelompok kami, sebab komunitas di hutan itu telah terpecah belah dan masing-masing kepala keluarga sepakat untuk tak l...
Menghibur dengan Sepenuh Hati