(Dimuat di Padang Ekspres, Minggu, 24 September 2017) Para kurcaci tidak cukup dengan hanya kau beri sebutir dua butir kelereng; mereka meminta lebih, bahkan yang mustahil bisa kau beri, sampai kau tak bisa lagi memberi. Tentu Maria tak tahu hukum itu. Ia hanya tahu bahwa kaum kurcaci mungil tak berdaya. Ia bisa menang sekali tepuk, begitu ia pikir. Anak itu benar-benar celaka kalau saja ia tak punya jepit rambut, sesuatu yang belum pernah para kurcaci miliki. "Itu buat kami!" kata mereka menunjuk puncak kepalanya. Maria tersesat di dunia aneh. Dunia yang seperti alam mimpi, tetapi terasa nyata. Anak itu yakin sedang bermimpi. Bertemu puluhan kurcaci yang lucu, bahkan kadang tolol, sehingga bisa dibayangkan betapa dia akan menjadi ratu yang boleh menyuruh ini-itu. Maria bosan disuruh-suruh. Di rumah disuruh Mama mengerjakan segala jenis hal, dari yang wajib hingga yang bahkan seeko...
Menghibur dengan Sepenuh Hati